[PKM DOSEN] Panduan Penelitian dan PkM Polikant 2026 - 18 Jun 2026 00:00 [INFORMASI] Pemberitahuan Pembukaan Pengajuan Proposal Penelitian PNBP Tahun 2026 - 18 Jun 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Hasil Seleksi Mandiri Konsorsium Polikant Negeri Tahun 2026 - 10 Jun 2026 00:00
Beranda / Berita / Sosialisasi Panduan Penelitian 2026, Polikant Perkuat Budaya Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat
PKM Dosen 18 June 2026 11 dilihat

Sosialisasi Panduan Penelitian 2026, Polikant Perkuat Budaya Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat

Sosialisasi Panduan Penelitian 2026, Polikant Perkuat Budaya Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat

 

Polikant – Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) menggelar Sosialisasi Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 secara daring, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya riset di lingkungan kampus sekaligus meningkatkan kualitas proposal penelitian dosen.

Sekretaris P3M Polikant, Dr. Helena A. Sahusilawane, S.Pi., M.Si mengatakan sosialisasi tersebut memberikan pemahaman kepada dosen mengenai mekanisme penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan, hingga pelaporan hasil kegiatan.

"Yang paling penting adalah memastikan dosen memahami seluruh persyaratan dan kategori penelitian yang akan diajukan," ujarnya.

Menurut Dr. Helena, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi yang harus dikelola secara sistematis. Karena itu, P3M menyusun panduan yang memuat dasar hukum, tata cara penyusunan proposal, mekanisme seleksi, pelaksanaan, hingga pelaporan hasil penelitian sebagai acuan bagi seluruh dosen.

Dukung Capaian IKU

Dr. Helena menjelaskan, program penelitian Polikant diarahkan untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) melalui berbagai luaran, seperti publikasi ilmiah, buku referensi, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hak cipta, paten, hingga prototipe teknologi.

Penelitian terdiri atas skema mandiri dan pendanaan. Namun, seluruh penelitian tetap wajib diajukan kepada P3M sebelum pelaksanaan agar terdokumentasi sebagai bagian dari akreditasi dan pemenuhan Beban Kerja Dosen (BKD).

Libatkan Mahasiswa

P3M juga mewajibkan keterlibatan mahasiswa dalam setiap penelitian. Umumnya, satu tim terdiri atas dua hingga tiga dosen dengan sedikitnya dua mahasiswa agar penelitian dapat mendukung penyusunan tugas akhir, magang, hingga publikasi ilmiah.

"Keterlibatan mahasiswa menjadi indikator penting dalam sistem penjaminan mutu dan akreditasi," kata Dr. Helena.

Kenalkan Tingkat Kesiapan Teknologi

Dalam sosialisasi tersebut, dosen juga diperkenalkan dengan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) sebagai indikator kematangan hasil penelitian. TKT 1–3 digunakan untuk penelitian dasar, TKT 4–6 untuk penelitian terapan, sedangkan TKT 7–9 diperuntukkan bagi penelitian pengembangan dan hilirisasi teknologi.

"Semakin tinggi tingkat TKT, biasanya semakin besar pula kebutuhan pendanaannya," ujarnya.

Seleksi Proposal Ketat

Setiap proposal penelitian terlebih dahulu melalui seleksi administrasi sebelum dinilai oleh reviewer eksternal guna menjaga objektivitas dan kualitas penilaian. Proposal yang memperoleh nilai terbaik kemudian ditetapkan sebagai penerima pendanaan.

Selama beberapa tahun terakhir, sekitar 20 proposal penelitian didanai setiap tahun melalui skema PNBP Polikant.

Target 50 Proposal Didanai pada 2029

Polikant menargetkan sedikitnya 50 proposal penelitian memperoleh pendanaan setiap tahun pada 2029 melalui berbagai sumber, baik internal, nasional, maupun internasional.

Menurut Dr. Helena, target tersebut akan didukung melalui sosialisasi dan pendampingan penyusunan proposal agar dosen mampu bersaing memperoleh pendanaan yang lebih luas.

"Target jangka panjangnya adalah terciptanya budaya riset yang kuat sehingga penelitian dosen semakin berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, masyarakat, dan institusi," tutup Dr. Helena.

Sementara itu dalam sambutannya Direktur Politeknik Perikanan mengatakan bahwa , penelitian dan PkM Polikant diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan  (Sustainable Development Goals/SDGS) yang merupakan komitmen global dan nasional dalam mewujudkan Pembangunan yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan.  Ada tujuh belas SDGS dan yang menjadi prioritas Polikant ada lima yaitu SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan berkualitas), SDG 12 (Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), SDG14( Ekosistem lautan), SDG 17 (Kemitraan untuk mencapai tujuan). Oleh karena itu, seluruh kegiatan penelitian dan PkM yang dilaksanakan di Polikant, harus dirancang dan diarahkan untuk memberikan kontribusi yang terukur terhadap pencapaian lima tujuan SDGs tersebut melalui pengembangan ilmu pemgetahuan, teknologi, inovasi, pemberdayaan Masyarakat, konservasi sumberdaya kelautan dan perikanan, serta penguatan kemitraan multipihak.