Tim Peneliti Prodi Agribisnis Perikanan Polikant Mengeksplorasi Potensi Perikanan di Pulau Kei Besar Kab. Malra.

Polikant News, Penelitian yang menitik-beratkan pada lima tema utama, yakni : 1) kajian masterplantpengembangan sektor perikanan, 2) model konservasi sumberdaya laut, 3) konsumsi energi pelaku usaha perikanan, 4) sistem rantai pasok perikanan dan 5) identifikasi rantai nilai perikanan tangkap bagi masyarakat nelayan di Pulau Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara ini bertujuan untuk menggali potensi perikanan baik potensi perikanan yang ada di Pulau Kei Besar sendiri maupun potensi perikanan antar pulau (kei besar-kei kecil). Penjelasan tersebut disampaikan William A. Teniwut S.E., M.M. selaku koordinator tim Peneliti dari Program Studi Agrbisnis Perikanan Polikant yang beranggotakan 9 orang (8 dari Program Studi Agribisnis Perikanan & 1 orang dari Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan) kepada Tim UKM Jurnalistik yang ikut dalam kegiatan eksplorasi pada Sabtu (13/04/2019) kemarin.

Teniwut menambahkan, bahwa selain menggali potensi perikanan yang ada, penelitian ini juga bertujuan sebagai upaya pemberdayaan sumber daya perikanan tangkap serta sebagai upaya meningkatkan ekonomi berkelanjutan masyarakat nelayan di pesisir pulau kei besar itu sendiri.

Penelitian yang diawali di lima ohoi (desa) di pesisir selatan barat pulau Kei Besar yakni ohoi Rerean, Fer, Ngafan, Sungai dan Hako ini akan dilanjutkan lagi di ohoi-ohoi lainnya dalam waktu dekat ini, terang Teniwut.

Adapun alasan pemilihan Pulau Kei Besar sebagai lokasi penelitian lebih dikarenakan kurangnya penempatan pulau ini sebagai lokasi penelitian dewasa ini. Jawabnya, saat ditanya alasan apa yang menjadikan pulau Kei Besar sebagai lokasi penelitian.

Selain menyaksikan proses wawancara yang menjadi salah satu metode penelitian yang dilakukan anggota tim, ada hal menarik lainnya yang ditemukan Tim UKM Jurnastik, dimana hal menarik tersebut sempat ditanyakan ke salah satu anggota Tim Peneliti lainnya yakni Syahibul Kahfi Hamid, S.Pi., M.P. yang juga merupakan Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan Polikant pada pelaksanaan penelitian di lima ohoi Sabtu (13/04/2019) kemarin yaitu penggalan kalimat “Polikant Fadad Fo Evav Hanarun” yang tertera di spanduk kegiatan tersebut. Ia menuturkan itu merupakan bahasa Kei yang kurang lebih artinya “fadad” itu bekerja, sedangkan “fo evav hanarun” itu untuk kebaikan atau kejayaan Kei. Jadi makna dari penggalan kalimat tersebut bahwa “kami dalam hal ini Polikant akan bekerja/berkontribusi untuk kebaikan atau kejayaan Kepulauan Kei, Polikant siap bekerja”. Terang Zhaky sapaan akrab Syahibul Kahfi Hamid tegas, sembari menunjukkan wajah optimismenya.

Posted

2019-04-14 07:12:37

News