Polikant Menggelar Seleksi “Polikant Language Competition 2019”

Polikant News, Berdasarkan pantauan langsung Tim UKM Jurnalistik di lokasi lomba yang bertempat di Ballroom lantai 3 Kantor Pusat Polikant, ada sebanyak 16 mahasiswa mengikuti seleksi “Polikant Language Competition 2019” yang digelar pada Senin (15/04/2019) kemarin. Kegiatan seleksi yang dikemas dalam “Polikant Language Competition 2019” ini dibuka langsung oleh Direktur Polikant Jusron Ali Rahajaan, S.Pi., M.Si.

Jusron, yang dalam menyampaikan sambutannya menggunakan Bahasa Inggris itu sependapat dengan tema yang diusung oleh penyelenggara dalam hal ini UKM Bahasa yakni Think Big, Start Small, Move Fast. Karena hal tersebut sejalan dengan tuntutan dan perkembangan era industri 4.0 saat ini, bahwa kita harus berfikir besar, mulai dari yang kecil dan harus bergerak cepat.

Kaitannya dengan lomba yang digelar, kedepan dalam pelaksanaan era industri 4.0, bisa jadi penggunaan Bahasa Inggris-lah yang paling diutamakan di dunia selain penguasaan teknologi, tandas Jusron.

Kemudian, Tim UKM Jurnalis juga berkesempatan mewawancarai Babe sapaan akrab dari Dr. rer. nat. Ir. E. A. Renjaan, M.Sc yang menjadi salah satu juri dalam lomba tersebut, yang juga merupakan mantan Direktur Polikant 2 (dua) periode ini diakhir kegiatan penjuriannya dan sesaat sebelum mengumumkan hasil seleksi menyebutkan bahwa mayoritas kemampuan berbahasa Inggris peserta cukup baik, meskipun ada beberapa diantaranya sempat terhenti karena factor lupa konteks saja. Demikian penjelasan Babe saat ditemui Tim UKM Jurnalistik disela-sela kegiatan tersebut, selain menyebutkan beberapa kekurangan lainnya dari para peserta diantaranya adalah artikulasi saat menyampaikan materi.

Saat ditanya, apa yang perlu dilakukan kedepannya berkenaan dengan pelatihan dan pembinaan, sebagaimana diketahui bahwa sebagian besar peserta yang mengikuti lomba ini adalah mereka yang masih duduk di semester dua. Babe justru menyebutkan, yang perlu diperbaiki atau dibenahi adalah dosen pengasuh mata kuliah Bahasa Inggris itu sendiri. Oleh karena antusiasme peserta tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya, terang Babe.

Dirinya berharap dosen pengasuh mata kuliah ini, harus lebih kreatif dalam pengembangan karakter pembelajarannya. Sebagaimana hal tersebut juga dibenarkan oleh juri lainnya yaitu I. I. D. A. Raka Ayu Susanti, S.E., M.M. Sembari menegaskan kembali apa yang telah disampaikan rekannya, Susanti pun berharap lomba-lomba seperti ini sedapat mungkin dimanfaatkan seluas-luasnya oleh adik-adik mahasiswa untuk menghadirkan keberanian, kecakapan, dan kefasihan saat berkomunikasi dengan lawan bicara. Karena kedepan saat memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, kita mungkin saja tidak bertemu sesama orang Indonesia, melainkan bisa jadi kita akan bertemu dan berkomunikasi dengan orang asing atau wisatawan mancanegara.

Keluar sebagai peserta yang lolos dan selanjutnya akan diikutkan dalam kompetisi lanjutan tingkat nasional adalah sebagai berikut : 1) Megayanti Achmad Badmas (Semester II, Prodi AWB). kategori : News Casting, 2) Canisius Silitubun (Semester II, Prodi MRBL), dan 3) Salma Zakia Darajat (Semester IV, Prodi AGP) masing-masing kategori Speech. 4) Muniaty N. A. Bandjar (Semester VI, Prodi Biotek) dan 5) Jessylitha Funan Seran (Semester IV, Prodi AWB) masing-masing kategori Storytelling).

Posted

2019-04-16 07:17:29

News