Pentingnya HKI dan Pemberantasan Pembajak Hak Cipta Bagi Insan Perguruan Tinggi

Polikant News, “Ada beberapa tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanaan Sosialisasi dan Pelatihan Paten Tahun 2019 ini, dua diantaranya adalah 1) Membangun pemahaman dan kemampuan peneliti khususnya para dosen di Polikant agar dapat menghasilkan penelitian yang berorientasi paten, dan 2) Menemu-kenali potensi dan jenis HKI dari hasil-hasil riset perguruan tinggi”. Demikian ungkap Dr. Usman Madubun, S.Pi., M.Si. selaku Ketua UPPM Polikant kepada Tim UKM Jurnalistik Polikant, saat dimintai konfirmasinya disela-sela kegiatan sosialisasi itu, yang berlangsung pada Sabtu (30/11/2019) di Hotel Kimson Langgur.

Sementara itu, Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual yang diwakili Plt. Pembantu Direktur II Glenty B. A. Somnaikubun, S.Kom saat memberikan sambutan mengatakan bahwa “Masuknya era Revolusi Industri 4.0 menjadi tantangan setiap negara dalam melindungi setiap inovasi-inovasi yang dihasilkan. Karena di era Revolusi Industri 4.0, suatu negara akan menggantungkan roda perekonomiannya dari hasil inovasi-inovasi teknologi berbasis kekayaan intelektual”. Sebut Glenty dihadapan peserta sosialisasi yang mayoritas adalah Dosen Politeknik Perikanan Negeri Tual.

Dirinya (Glenty) juga menyebutkan, bahwa “Sebagai perguruan tinggi, maka Polikant dituntut untuk mengambil peran didalam ikut menciptakan SDM Unggul. Untuk itu, Tri Dharma Perguruan Tinggi perlu diperkuat dan diarahkan pada bagaimana perguruan tingngi dapat mempersiapkan dan meningkatkan kualitas SDM yang siap mengisi era ini dengan tantangan yang semakin berat. Program pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang meningkat pesat saat ini”.

Diakhir sambutan, Plt. Pembantu Direktur II ini mengingatkan kepada semua pihak, terutama kepada pemerintah untuk “perlu adanya penanganan dan pemberantasan kejahatan terhadap HKI; seperti perilaku pembajakan atas hak cipta dan sebagainya. Hal itu disampaikannya karena mendasari 3 hal mengapa HKI itu dianggap penting, karena 1) menyangkut sesuatu yang berdimensi jangka Panjang, long-term goal, yang berkaitan dengan peradaban; 2) Adanya penghormatan pada pranata hukum, rule of law, dan juga mengakui serta menghormati yang disebut dengan property right, hak milik; dan 3) HKI juga mesti dilihat bahwa siapa yang berkeringat mesti mendapatkan insentif.

Posted

2019-12-02 15:14:31

News