Mahasiswa : Kenapa Fasilitas Terpidana Korupsi Terkesan Lebih Wow Ketimbang Terpidana Kasus Hukum Lainnya.

Polikant News, Peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia oleh Tim Kejaksaan Negeri Tual yang dipimpin oleh Hasta Dhana, SH (Kasi Intel) ini dipusatkan di Kampus Politeknik Perikanan Negeri Tual Senin (10-12-2018) kemarin.

Dalam penyampaian materi tentang “Generasi Muda adalah Tunas Bangsa” dihadapan perwakilan mahasiswa Politeknik Perikanan Negeri Tual, Hasta Dhana menyebutkan bahwa “dalam membangun bangsa ini dibutuhkan peran generasi muda Indonesia. Sehingga ide, pemikiran serta gagasannya haruslah diarahkan kepada hal-hal yang bersifat positif, sebagaimana pengertian dari Hukum yakni melaksanakan perintah dan menjauhi larangan agar kedepannya generasi muda yang ada ini tidak dinodai dengan perbuatan-perbuatan yang bersifat koruptif pula”.

Kegiatan sosialisasi yang sempat diwarnai insiden pemadaman listrik oleh PLN ini, tidak menyurutkan semangat mahasiswa Polikant untuk mengikuti sosialiasi yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Tual. Pasalnya, disesi “tanya-jawab” diakhir penyampaian materi yang membahas seputar korupsi tersebut Hasta Dhana mengungkapkan kekagumannya atas pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh Mahasiswa Polikant yang singkat tetapi kritis, dan hampir semua pertanyaan yang muncul rata-rata mampu menyebutkan beberapa kasus hukum ter-up date yang saat ini tengah dihadapi oleh negeri ini.

Satu pertanyaan menarik yang disampaikan oleh salah satu peserta yang hadir, “Kenapa fasilitas terpidana korupsi terkesan lebih wow ketimbang terpidana kasus hukum lainnya ?”. Itu bukan fasilitas yang diberikan kepada terpidana, melainkan prilaku negatif dan buruk yang sengaja dilakukan oleh oknum petugas lapas dan oleh oknum terpidana korupsi itu sendiri, jawab Hasta. Dirinya mencontohkan kasus Gayus Tambunan yang masih leluasa ke luar negeri dan lain sebagainya, lanjut Kasi Intel tersebut.

Sosialisasi yang dihadiri oleh Ketua Satuan Pengawas Internal Polikant K. D. Betaubun, SE., MM. mewakili Direktur Polikant itu ditutup dengan penyerahan cindera mata dari Tim Kejaksaan Negeri Tual kepada beberapa perwakilan mahasiswa, termasuk melakukan foto bersama.


Posted

2018-12-21 12:26:10

News