Dojo UKM Karate Polikant Menggelar Ujian Kenaikan Sabuk Gabdika Shito Ryu Kai Kota Tual

Polikant News, Sedikitnya ada 45 an Karateka yang terdiri dari 25 an karateka asal Politeknik Perikanan Negeri Tual dan sekitar 20 an karateka gabungan dari beberapa sekolah menengah atas di Kota Tual mengikuti ujian kenaikan sabuk Gabdika Shito Ryu Kai di Lapangan Larvul Ngabal Polikant yang diselenggarakan oleh Dojo UKM Karate Polikant. Kegiatan ujian kenaikan sabuk ini secara nasional seharusnya dilaksanakan pada Minggu (8/12/2019) lalu. Hanya karena satu dan lain hal, sehingga ujian kenaikan sabuk Dojo UKM Karate Polikant itu sendiri baru dapat dilaksanakan pada Jumat pagi (13/12/2019). Demikian keterangan M. Layan salah satu penguji sekaligus Pembina UKM Karate Polikant saat ditemui tim UKM Jurnalistik pada selasa malam (17/12/2019).

Menurut M. Layan, yang juga merupakan mantan atlet yang sudah berulang kali naik turun podium baik ditingkat regional, nasional maupun international karena sederet prestasi yang diraihnya, dimana saat ini dirinya juga merupakan salah satu Pembina Prestasi FORKI Kota Tual dan juga pernah mengantar salah satu atlet karate Polikant meraih medali emas yang berlaga di event Porseni Politeknik se-Indonesia di Jakarta di tahun 2018 lalu, menuturkan bahwa uji kenaikan sabuk ini merupakan salah satu proses dari pembelajaran beladiri karate. Layan menambahkan, uji kenaikan sabuk sediri, meliputi tiga aspek, diantaranya Seni, Olahraga dan Bela Diri.

"Materi uji kenaikan sabuk tahun ini, meliputi tehnik pukulan (teusuki), tangkisan (uke), tendangan (geri), kuda-kuda (daci) serta ujian kata atau jurus dan koumite atau paiting," jawab Layan saat ditanya materi ujian seperti apa yang dilaksanakan.

Sementara untuk penguji, Layan menyebutkan pihaknya mengundang beberapa penguji atau guru dari Dojo lain, yang ada di Kota Tual maupun Kabupaten Maluku Tenggara. "Kalau Penguji yang kita undang dan berkesempatan hadir ada diantaranya Hendreck Renel, Fredi Tahya, Yakob Renmaur, Saharudin Dino Rengil," jelas Layan.

Diakhir diskusi, melalui Tim UKM Jurnalistik Layan mengingatkan anak asuhannya agar tetap rendah hati, karena ilmu bela diri yang diajarkan di dunia karate selama ini bukan untuk beradu otot “ala jalanan”, melainkan semata-mata untuk berprestasi. Sembari mengingatkan pula kepada pimpinan Polikant, agar tetap dapat memperhatikan apa yang sudah ada ini dan tidak berhenti sampai disini (diujian kenaikan sabuk ini) saja, harap Layan.

Posted

2019-12-18 06:57:39

News